Beranda | Artikel
Kebutuhan Psikologi Remaja
Rabu, 29 November 2023

Bersama Pemateri :
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary

Kebutuhan Psikologi Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 15 Jumadal Ula1445 H / 28 November 2023 M.

Kajian Tentang Kebutuhan Psikologi Remaja

Manusia bukan hanya perlu kebutuhan fisik, tapi juga ada di sana jiwa/ruh, yang merupakan bagian dari satu dimensi dari kehidupan manusia, yang pada akhirnya jika kebutuhan ini tidak terpenuhi dengan baik, maka anak remaja berusaha untuk memenuhi hal itu sendiri dengan berbagai cara. Cara-cara tersebut bisa jadi benar, namun bisa juga salah. Maka perlu diketahui bahwa kebutuhan psikologis adalah kebutuhan yang sangat penting bagi remaja.

Mungkin banyak yang berasumsi bahwa kebutuhan terpenting itu adalah kebutuhan jasmani, seperti makan, berobat, dan bermain. Benar bahwa itu salah satu kebutuhan manusia juga. Namun, kebutuhan psikologis mutlak harus diperhatikan, terutama oleh para pendidiknya, yaitu yang pertama adalah orang tua, kemudian para guru, sebagaimana memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lain seperti makan, minum, berobat, dan lain sebagainya. Karena kebutuhan psikologis ini sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang dalam kehidupannya. Seseorang yang terganggu psikologisnya bisa merubah alur hidupnya, bahkan bisa merubah nasibnya, hal ini karena masalah yang terjadi pada kejiwaannya.

Maka, setiap orang tua dan pendidik hendaknya menyadari bahwa remaja sangat membutuhkan:

1. Pendidikan agama

Remaja membutuhkan pendidikan agama, terutama penanaman aqidah, pembinaan akhlak, dan pelatihan ibadah. Karena itu tiga unsur penting dalam agama yang perlu diperhatikan, dicukupi dan harus diberikan secara berkala kepada anak-anak sesuai dengan perkembangan usianya.

Aqidah perlu ditanamkan karena tempatnya adalah hati. Pelatihan ibadah berkaitan dengan amal jasmaninya, yaitu ibadah-ibadah keseharian seperti shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, dan ibadah-ibadah harian lainnya yang biasa kita lakukan sehari semalam. Juga tidak kalah pentingnya karena ini berkaitan dengan hati dan fisik, yaitu pendidikan akhlak.

2. Ketenangan, kedamaian, dan kestabilan jiwa

Hati perlu di-treatment, karena hati manusia terus bergejolak, tidak tetap pada satu keadaan. Seperti yang kita rasakan, naik turunnya iman. Hal ini karena ujian-ujian yang kita dapat di dunia ini.

Maka salah satu doa yang sering dibaca oleh nabi dan diajarkan kepada para sahabat adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balik hati, tetapkanlah hatiku  pada agamaMu.”

Dan ini juga yang memang diperlukan oleh para remaja kita, yaitu ketenangan, kedamaian, dan kestabilan jiwanya. Apalagi remaja yang labil, dia masih mencari jati diri dan menemukan eksistensi dirinya, ini perlu ketenangan dan kedamaian yang harus dijaga. Karena karakter remaja yang meletup, dia punya gairah, dia punya power, dia punya kekuatan, tapi sayang akalnya belum matang. Maka salah satu tugas orang tua adalah menjaga ketenangan dan kestabilan jiwa remaja sehingga tidak menjadi tambah liar.

3. Kesempatan berekspresi dan mengembangkan potensi diri

Terkadang ada anak-anak remaja yang dikekang, mereka tidak bebas untuk berekspresi dan tidak tahu bagaimana mengembangkan bakat-bakat yang ada pada dirinya.

Kita sudah jelaskan sebelumnya bahwa anak membawa bakat yang Allah titipkan. Maka tugas orang tua adalah mengeksplorasi dan menemukan bakat itu, mengembangkannya, dan mengarahkannya ke arah yang positif. Sebaliknya, seharusnya tidak mementahkan bakat tersebut sehingga tidak berkembang karena mungkin orang tua tidak memberikan perhatian atau kesempatan yang cukup.

Kadang-kadang, anak remaja perlu diberikan tugas dan tanggung jawab. Meskipun kita tidak bisa melepaskan sepenuhnya, kita harus mendampingi dan membimbing mereka, namun perlu memberi kesempatan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab di usia yang belia. Tujuannya bukan hanya agar mereka menyelesaikan tugas dengan baik, tetapi lebih untuk melatih mereka bagaimana memikul tanggung jawab. Sebagaimana sudah dibahas sebelumnya, potret remaja pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunjukkan bagaimana Nabi memberikan tugas dan tanggung jawab kepada mereka, dan terbukti mereka mampu melaksanakan dengan baik dengan bimbingan yang tepat.

Beberapa orang tua sama sekali tidak memberikan kepercayaan kepada anaknya, mungkin karena takut, menganggap anak belum dewasa, atau alasan lain. Sehingga, orang tua tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi dengan potensi dan bakat yang mereka miliki.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/53654-kebutuhan-psikologi-remaja/